Berikut ini beberpa contoh makalah kedokteran mengenai perdarahan, aids, pengaruh lingkungan, dan lainnya. Nantikan makalah lainya dari seminar kedokteran 2011.
1. Penelusuran Literatur Bidang Kedokteran. Download
2. Perubahan Histologis Gingiva Dari Perdarahan. Download
3. Sterilisasi Sebelum Pembedahan Dalam Rongga Mulut. Download
4. Bakteri-Bakteri dan Pengaruh Lingkungan. Download
5. Efek Toxicosis Formalin Terhadap Tenaga Kerja Pada Laboratorium Anatomi Fakultas Kedokteran. Download
6. Dampak Teknologi Kedokteran Modern. Download
7. Aids dan Pencegahan Penularannya Pada Praktek Dokter Gigi. Download
8. Infestasi Parasit Usus Pada Anak Yang Dirawat Di Bagian Ilmu Kesehatan Anak RS. Dr. Pirngadi. Download
9. Perdarahan Selama Kehamilan. Download
10. Epidemiologi Amoebiasis dan Upaya Penanggulangannya. Download
1. Molekuler dan Managemen Dentinogenesis Imperfekta. Download
2. Persepsi Sakit Gigi dan Pola Berobat, Susenas 2001. Download
3. Pengaruh Induksi Lipopolisakarida (LPS) Terhadap Osteopontin Tulang Alveolaris Tikus pada Masa Erupsi Gigi. Download
4. Tindik Area Oral di Kalangan Mahasiswa. Download
5.Pemanfaatan Spirulina platensis sebagai Suplemen Protein Sel Tunggal (PST) Mencit. Download
6. Kontaminasi Bakteri pada Makanan dan Minuman yang Dijajakan di Kantin Universitas Indonesia. Download
7. Hubungan Jarak Pemasangan Terapi Intravena dari Persendian Terhadap Waktu Terjadinya Phlebitis . Download
8. Pengaruh Chitosan Terhadap Proliferasi Sel Osteoklas, Resopsi Tulang dan Produk Oksigen Radikal pada Kultur Sel Oteoklas. Download
9. Faktor-Faktor Risiko yang Berkontribusi Terhadap Karies Gigi Anak . Download
10. Efek Penghambatan Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) pada Sitotoksisitas CCRF-CEM Cell Lines yang Terpajan oleh Benzo(a)pyrene. Download
Bidang Radiologi Kedokteran Gigi merupakan salah satu penyedia jasa dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Jasa yang diberikan adalah berupa personal based service, karena kontak personal antar-pelanggan (pasien) dan penyedia jasa sangat intens dan lebih menekankan pada pemenuhan kebutuhan individu pasien.
Dengan semakin meningkatnya status ekonomi dan pendidikan masyarakat, terutama di kota besar, tentunya akan semakin meningkat pula kebutuhan dan tuntutan akan sarana pelayanan kesehatan yang berkualitas dari masyarakat. Pasien sebagai konsumen dalam pelayanan kesehatan memiliki perilaku yang dapat diasumsikan seperti konsumen dalam bidang jasa lainnya, sehingga studi perilaku konsumen dalam hal ini perlu dilakukan untuk menunjang tercapainya pelayanan kesehatan yang berkualitas.
Dalam mewujudnya suatu pelayanan kesehatan yang berkualitas, tentunya tidak terlepas dari masalah pembiayaannya. Biaya kesehatan dapat ditinjau dari dua sudut, yaitu dari penyedia jasa dan pemakai jasa. Besarnya dana bagi penyedia jasa lebih menunjuk pada seluruh biaya investasi (investment cost) serta seluruh biaya operasional (operational cost), sedangkan bagi pemakai jasa lebih menunjuk pada jumlah uang yang harus dikeluarkan (out of pocket) untuk dapat memanfaatkan suatu upaya kesehatan1. Biaya yang harus dikeluarkan oleh pasien adalah berupa tarif yang ditetapkan oleh penyedia jasa.
Rekam medis di Puskesmas merupakan salah satu sumber data penting yang nantinya akan diolah menjadi informasi . Pengisian rekam medis di Puskesmas dimulai di Unit Pendaftaran, identitas pasien dicatat di kartu atau status rekam medis dan selanjutnya pasien beserta kartu atau status rekam medisnya dibawa ke Ruang Pemeriksaan. Oleh tenaga kesehatan, pasien tersebut dianamnesia dan diperiksa serta kalau dibutuhkan dilakukan pemeriksaan penunjang. Akhirnya dilakukan penegakkan diagnosa dan sesuai kebutuhan,pasien tersebut diberi obat atau tindakan medis lainnya. Ke semua pelayanan kesehatan ini dicatat dalam kartu atau status rekam medis. Setiap tenaga kesehatan yang melakukan pelayanan kesehatan dan atau tindakan medis harus menuliskan nama dan membubuhi tandatangannya kartu atau status rekam medis tersebut.
Semua kegiatan ini merupakan kegiatan bagian pertama rekam medis (PATIENT RECORD). Setelah melalui ini semua, pasien dapat pulang atau dirujuk. Namun demikian kegiatan pengelolaan rekam medis tidak berhenti. Kartu atau status rekam medis dikumpulkan, biasanya kembali ke Ruang Pendaftaran untuk dilakukan kodeing penyakit dan juga pendataan di buku-buku register harian yang telah disediakan. Setelah diolah, kartu atau status rekam medis dikembalikan ke tempatnya di Ruang Pendaftaran agar lain kali pasien yang sama datang, maka kartu atau status rekam medisnya dapat dipergunakan kembali.
Kegiatan selanjutnya adalah kegiatan bagian kedua rekam medis yaitu MANAJEMEN berupa rekapitulasi harian, bulanan, triwulanan, semester dan tahunan dari informasi yang ada di kartu atau status rekam medis pasien yaitu Laporan Bulanan yang harus dilakukan oleh Puskesmas (LB1:Data Kesakitan , berasal dari kartu atau status rekam medis pasien ; LB2: Data Obat-obatan ; LB3: Gizi, KIA, Immusasi , P2M dan LB4: Kegiatan Puskesmas , Laporan Bulanan Sentinel (SST) dan Laporan Tahunan (LSD1: Data Dasar Puskesmas , LSD2: Data Kepegawaian , LSD3
ata Peralatan).Seluruh laporan tersebut merupakan fakta yang digunakan untuk proses perencanaan Puskesmas demi menunjang peningkatan pelayanan kesehatan yang bermutu dalam bentuk sistem informasi kesehatan.