Makalah Manajemen




Loading


::Gunakan kotak pencarian di atas untuk hasil pencarian lebih banyak dan relevan::


Tips!

Cara Sederhana Menyelamatkan Data-Data Penting Kamu !

Pernah dengar teman kehilangan data penting seperti file-file makalah atau skripsi karena flashdisk atau laptop mereka hilang? Atau pernah dibuat susah karena external hardisk ketinggalan di rumah? Saatnya menggunakan Dropbox untuk menyimpan data penting kamu! Baca lanjutannya

Berikut ini contoh makalah manajemen, keuangan, dan akuntansi. Silakan dipilih sesuai keperluan. :)
1. Pembelajaran Kooperatif pada Mata Kuliah Akuntansi Pengantar: Suatu Eksperimen Lapangan. Download
2. Pengaruh Komitmen, Persepsi dan Penerapan Pilar Dasar Total Quality Management terhadap Kinerja Manajerial (Survei pada BUMN Manufaktur di Indonesia). Download
3. Pengaruh Good Corporate Governance, Voluntary Disclosure terhadap Biaya Hutang (Costs of Debt). Download
4. Audit Pertanggungjawaban Sosial Perusahaan: Pendekatan Literatur. Downlod
5. CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT (CRM) DAN APLIKASINYA DALAM INDUSTRI MANUFAKTUR DAN JASA. Download
6. ANALISA STRATEGI REPOSISI MEREK DALAM PERSAINGAN PASAR. Download
7. PERILAKU DAN KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN RESTORAN MELALUI STIMULUS 50% DISCOUNT DI SURABAYA. Download
8. ANALISIS TINGKAT BRAND LOYALTY PADA PRODUK SHAMPOO MEREK “HEAD & SHOULDERS”. Download
9. ANALISIS KUALITAS LAYANAN TRAINEE PROGRAM MANAJEMEN PERHOTELAN UNIVERSITAS KRISTEN PETRA PADA INDUSTRI HOTEL BERBINTANG LIMA DI SURABAYA. Download
10. ANALISIS PERSEPSI PELANGGAN TERHADAP KUALITAS LAYANAN COFFEE SHOP ASING DAN COFFEE SHOP LOKAL. Download

Berikut adalah 10 makalah ekonomi manajemen yang siap download. Makalah antara lain tentang evaluasi jabatan, globalisasi, hubungan isndustrial, dan kepuasan kerja.

1. Makalah Evaluasi Jabatan. Download

2. Evolusi Manajemen Sumber Daya Manusia. Download

3. Globalisasi dan Strategi Bisnis. Download

4. Makalah Hubungan Industrial. Download

5. Makalah Kepuasan Kerja. Download

6. Menggali Potensi Wirausaha. Download

7. Sistem Informasi Manajemen SDM. Download

8. Sistem pendukung pengambilan keputusan SI Pemasaran. Download

9. Sistem informasi pemasaran & keunggulan kompetitif. Download

10. Kualitas pelayanan pada perguruan tinggi. Download

Dengan Balanced Scorecard para manajer perusahaan akan mampu mengukur bagaimana unit bisnis mereka melakukan penciptaan nilai saat ini dengan tetap mempertimbangkan kepentingan-kepentingan masa
yang akan datang. Balanced Scorecard memungkinkan untuk mengukur apa yang telah diinvestasikan dalam pengembangan sumber daya manusia, sistem dan prosedur, demi perbaikan kinerja di masa depan. Melalui metode
yang sama dapat dinilai pula apa yang telah dibina dalam intangible assets seperti merk dan loyalitas pelanggan.

Namun demikian, pembahasan mengenai pengukuran kinerja dengan menggunakan Balanced Scorecard lebih sering dilakukan dalam konteks penerapannya pada perusahaan atau organisasi yang bertujuan mencari laba (profit-seeking organisations). Jarang sekali ada pembahasan mengenai penerapan Balanced Scorecard pada organisasi nirlaba (not-forprofit organisations) atau organisasi dengan karakteristik khusus seperti koperasi, yang ditandai relational contracting, yakni saat owner dan consumer adalah orang yang sama, serta di mana mutual benefit anggota
menjadi prioritasnya yang utama (Merchant, 1998). Pada organisasiorganisasi semacam ini, keberhasilan haruslah lebih didasarkan pada

kesuksesan pencapaian misi secara luas daripada sekedar perolehan keuntungan (www.balancescorecard.org).
Berlainan dengan perusahaan atau organisasi yang bertujuan semata-mata mencari laba, karakteristik penting lain dari koperasi terlihat dari fungsi dan peran yang diamanatkan oleh UU No. 25/1992 yang di antaranya adalah : “Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada
umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya” (UU Perkoperasian).

Dalam konteks Indonesia, pembahasan mengenai koperasi tentunya tidak boleh diabaikan. Tidak saja karena konstitusi kita, dalam penjelasan Pasal 33, dengan tegas menyebutkan bahwa “bangun usaha yang sesuai
dengan sistem ekonomi Indonesia adalah koperasi”, namun juga karena fakta empiris yang ada. Data yang terakhir, misalnya, menyebutkan bahwa sebagian besar kesempatan kerja ternyata dihasilkan oleh pengusaha kecilmenengah
dan koperasi. Sementara itu, ditinjau dari segi jumlah, saat ini tercatat 69.769 buah koperasi primer dan sekunder yang ada di Indonesia dengan anggota mencapai 21.189.357 jiwa (www.dekopin.org). Sebuah jumlah yang sangatlah signifikan.

Meskipun demikian, dibandingkan dengan pelaku-pelaku ekonomi yang lain, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan konglomerat, posisi koperasi ternyata masih sangat terbelakang. Nilai aset koperasi pada tahun 1993 hanya berjumlah Rp 4 trilyun. Jumlah itu kurang dari 1 persen nilai aset berbagai sektor usaha di Indonesia. Nilai aset terbesar dimiliki oleh BUMN dengan jumlah Rp 269 trilyun, disusun oleh konglomerat dengan jumlah Rp 227 trilyun. Sedangkan dalam nilai usaha keadaannya sedikit berbeda.

Konglomerat berada di urutan pertama dengan nilai usaha Rp 144 trilyun. BUMN di urutan kedua dengan nilai usaha Rp 80 trilyun. Sedangkan koperasi, dengan nilai usaha sebesar Rp 9,5 trilyun, kembali berada di urutan ketiga (Baswir, 2000).

Download 134-ali