1.Ekstraksi Fitur Tekstur Citra dengan Framework Keyblock
2.Video Based Smoke Detection: An Approach to Motion Segmentation Using Adaptive Gaussian Mixture Model
3.RED Queue Improvement Via Maxp Tuning With Queue Ratio Fuzzy Inference System
4.Intelligent Fuzzy 3D Feature Identification based on Faceted Model
5.EDUCATIONAL RESOURCE SHARING IN THE HETEROGENEOUS ENVIRONMENTS USING DATA GRID
6.Study Comparison of Various Moment Functions for Dental X-Ray Matching in Human Identification
7.Multi-Factor Enterprise Methodology: an Approach to ERP Implementation
8. MODEL ADAPTIVE E-LEARNING SYSTEM (AES) BERBASIS MOTIVASI MAHASISWA
9.Ontology And Knowledge Management
[hidepost=0]
Download 1
Download 2
Download 3
Download 4
Download 5
Download 6
Download 7
Download 8
Download 9
[/hidepost]
Secara awam, aspek yang cukup penting yang mendasari berbagai teori dalam AI adalah system pengenalan pola (Pattern Recognizing) yang merupakan bagian dari pengimplementasian Neural Network (NN) atau Jaringan Syaraf Buatan secara praktis. Sistem pengenalan pola merupakan komponen penting dalam proses peniruan kemampuan inderawi manusia terutama penglihatan dan pendengaran. Sebagai contoh, untuk meniru indera penglihatan manusia, komputer harus mempunyai suatu mekanisme standar dan logis dalam mengenali pola yang ada pada suatu citra yang sedang diproses. Dari sinilah diperoleh motivasi untuk mencoba suatu konsep sederhana untuk mengenali pola dari suatu citra sehingga dapat diidentifikasi dengan baik oleh komputer. Permasalahan utama yang terjadi apabila hendak mengenali suatu pola tertentu dan mengumpankannya ke dalam suatu proses jaringan syaraf buatan adalah bagaimana proses akuisisi data dilakukan sehingga menghasilkan sejumlah data numerik yang representatif dan konsisten terhadap sampel yang diberikan. Dalam penulisan ini, kita mencoba mengaplikasikan suatu metode sederhana untuk mengenali suatu citra sehingga dapat diidentifikasi dengan baik oleh komputer dengan memanfaatkan berbagai teori seperti Image Proccessing, Artificial Neural Networks.
Berbagai macam layanan komunikasi tersedia di internet, diantaranya adalah web, e-mail, milis, dan sebagainya. Dengan semakin maraknya orang memanfaatkan layanan komunikasi di internet tersebut, maka permasalahan pun bermunculan, apalagi ditambah dengan adanya cracker dan hacker. Banyak kemudian orang berusaha menyiasati bagaimana mengamankan informasi yang dikomunikasikannya, atau menyiasati bagaimana cara mendeteksi keaslian dari informasi yang diterimanya. Sebagai ilustrasi, seseorang pengirim pesan yang hendak mengirimkan surat elektroniknya kepada rekannya, menginginkan agar pesannya tidak dibaca oleh orang yang tidak berhak membacanya, padahal bila administrator server email sedang iseng, sangat mungkin ia akan membaca email-email yang ada di servernya. Penerima pun ingin mendapatkan keyakinan bahwa pengirimnya merupakan orang yang dikenalnya, bukan orang yang berpura-pura sebagai temannya.
Pesan atau informasi yang dapat dibaca disebut sebagai plaintext atau cleartext. Teknik untuk membuat pesan agar tidak bisa dibaca disebut enkripsi. Pesan yang tidak dapat dibaca disebut ciphertext. Proses yang merupakan kebalikan dari enkripsi disebut dekripsi. Jadi dekripsi akan membuat ciphertext menjadi plaintext.
Sedangkan seni dan ilmu untuk menjaga keamanan pesan disebut sebagai kriptografi. Dan ahlinya disebut sebagai crypthographer. Cryptanalyst merupakan orang yang melakukan cryptanalysis, yaitu seni dan ilmu untuk memechakan ciphertext menjadi plaintext tanpa melalui cara yang seharusnya (dekripsi). Jadi, Cryptanalisis merupakan kebalikan dari kriptografi. Cabang matematika yang mencakup kriptografi dan cryptanalysis disebut cryptologi dan pelakunya disebut cryptologists. Cryptologists modern biasanya dilatih dengan matematika teori yang harus dikuasai. Suatu kriptosistem adalah algoritma kriptografi, ditambah seluruh kemungkinan plaintext, ciphertext, dan kunci-kuncinya.
Plaintext dinyatakan dengan M (Message) atau P (Plaintext). Pesan dapat berupa aliran bit, file teks, bitmap, aliran suara yang didigitasi, gambar video digital, dan sebagainya. Namun apabila semua pesan-pesan tadi berbentuk digital, maka semua pesan tadi dapat dianggap sebagai data biner. Dan data biner juga dapat diperlakukan sebagai sistem bilangan biner. Karena itulah diperlukan matematika untuk menganalisisnya. Plaintext dapat disimpan maupun dikirim ke jaringan. Dalam sembarang kasus M merupakan pesan yang akan dienkrip.
Dewasa ini komputer telah menjadi suatu alat yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Hampir setiap perusahaan besar saat ini telah melakukan komputerisasi atas pekerjaan mereka. Komputerisasi disini juga berarti mengubungkan satu komputer dengan komputer yang lain. Hal ini juga dapat berarti pemakaian sumber daya yang sama oleh satu atau lebih komputer. Misalnya sebuah file database diakses oleh beberapa computer secara bersamaan, atau sebuah printer akan digunakan untuk mencetak oleh dua buah komputer. Hal ini tidak akan menjadi masalah jika komputer-komputer tadi memiliki kesamaan dalam hal OS(Operating Sistem), namun jika operating system yang digunakan berbeda platform maka hal ini akan menjadi masalah yang cukup serius.
Untuk mengatasi hal tersebut maka digunakanlah SAMBA. Dengan mengunakan Samba sebuah komputer yang berbeda platform dapat menggunakan sumber daya yang ada di komputer lain yang juga berbeda platformnya. Misalnya sebuah komputer server yang menggunakan OS Linux RedHat dapat diakses oleh clientnya yang mengunakan OS Windows NT, demikian juga sebaliknya. Singkatnya SAMBA adalah jembatan penghubung antara dua komputer yang berbeda OS yang akan melakukan sharing sumber daya.